Elegant Rose

Kamis, 29 Desember 2011

Kesalahan-Kesalahan dalam Anime Rose of Versailles

Diposting oleh Hayyu François de Jarjayes di 1:50 AM 0 komentar
Ternyata yang namanya manusia emang ga luput dari kesalahan. Di sini saya ingin memaparkan kesalahan-kesalahan yang ditemukan dalam anime Rose of Versailles. Sumber saya di sini adalah dari web Versailles Rosas oleh Megumi. Saya hanya mentranslate nya saja.
Oke deh, mau tau kesalahan-kesalahan apa saja yang ditemukan oleh Mbak Megumi ini?? Yuk kita liat…

Pohon Sakura di Prancis


Di akhir episode pertama, “Oscar! The Destiny of The Rose”, kalian bisa melihat ada pohon-pohon sakura disepanjang jalan yang dilewati oleh Oscar dan André, yang kesannya Jepang banget. Kayaknya sih, creatornya lupa bahwa setting anime ini di Prancis, dan BUKAN di Jepang! Wkwkwkwkwkw :D

Kamar Oscar



Coba deh perhatikan 3 gambar disini. Di gambar 1, kalian bisa lihat ada perapian di sisi kanan tempat tidur Oscar. Sedangkan pada gambar ke 2, di sana ada meja rias dengan cermin yang besar alih-alih perapian yang diperlhatkan di gambar 1. Dan pada gambar ke 3, ada jendela besar di dekat tempat tidur Oscar, jendela ini tidak ditemukan di kedua gambar sebelumnya. Dari ketiga gambar tersebut, seakan-akan Oscar memiliki 3 kamar tidur, ya ga sih?? :D

Harta Karun di bawah Pohon Ek


Sebelum berduel dengan Duke de Guéméné, Oscar berkata pada André tentang harta karun yang mereka kubur di bawah pohon ek ketika mereka masih kecil…
“André, kalau aku mati dalam duel, jagalah harta karun di bawah pohon ek: sebuah topi, pisau merah, dan boneka beruang”
… Namun boneka beruang belum ada hingga tahun 1894, ketika mainan boneka beruang ini dibuat oleh Perusahaan Jerman Gebrüder Sussenguth. Dan faktanya, teddy bear baru populer di akhir 1902-an. Berarti boneka beruang seharusnya belum ada pada abad ke 17. Sedangkan setting dalam scene itu adalah sekitar tahun 1775. Hahahahahaha :D

Nah, itulah kesalahan-kesalahan yang ditemukan dalam anime Rose of Versailles. Tapi saya fans berat Rose of Versailles, ga keberatan tuh. Yang penting kan tetep asyik nontonnya. Hehehehehehe ;p

Jumat, 23 Desember 2011

Rose of Versailles Ep. 02 : Fly! An Austrian Butterfly

Diposting oleh Hayyu François de Jarjayes di 7:39 AM 0 komentar
Episode kedua ini melanjutkan episode yang pertama kemarin. Oscar telah memutuskan untuk berpisah dengan kehidupannya sebagai seorang gadis muda dan memulai kehidupannya sebagai seorang perwira. Oscar yang saat itu telah diangkat sebagai komandan pasukan yang akan menjemput dan mengawal Purti Marie Antoinette, dari Austria, diminta menjadi ‘Marie Antoinette’ palsu dan memakai gaun. Karena diduga akan ada pihak-pihak yang mencelakai Sang Putri. Oscar yang telah berikrar untuk mengenakan seragam militer selama hidupnya, menolak untuk memakai gaun.


Sementara itu di Austria, Ratu Marie Therese sedang mengkhawatirkan keputusannya untuk menikahkan Putrinya, Marie Antoinette dengan Putra Mahkota Prancis, Louis-August. Antoinette yang berusia 14 tahun, sebaya dengan Oscar, masih kekanak-kanakan dan senang bermain-main. Menjadi putri mahkota Prancis, otomatis menjadi bakal Ratu Prancis. Namun Ratu Marie Therese tidak bisa berbuat apa-apa, ini semua demi kesejahteraan rakyatnya. Tak lama kemudian, pinangan resmi dari Prancis pun tiba dan tibalah saatnya untuk Putri Marie Antoinette meninggalkan Austria menuju Prancis. Sebelum berpisah, Ratu Marie Therese memberi cincin kepada putrinya, Marie Antoinette, agar selalu mengingat dirinya. Maka berangkatlah Putri Marie Antoinette ke Prancis.


Di tepian sungai Rhine pasukan khusus yang dikomandani oleh Oscar telah menunggu kedatangan rombongan Putri Marie Antoinette. Tanpa diketahui ada yang berniat jahat untuk menggagalkan pernikahan ini. Dia adalah Duke Orlèans, sepupu Putra Mahkota Louis August yang mengincar tahta. Beberapa lama kemudian Putri Marie Antoinette tiba di tempat penerimaan. Di sana dia diharuskan untuk menanggalkan seluruh pakaian dan perhiasannya dan harus memakai pakaian serta perhiasan buatan Prancis. Putri Antoinette menolak apalagi dia harus melepas cincin dari ibunya. Dia pun berlari dan bersembunyi membuat para pelayan kelabakan mencarinya. Pada saat itu ada seorang gadis pelayan menyusup ke dalam ruangan, Oscar yang memperhatikan pelayan itu merasa curiga karena pelayan itu tampak seperti laki-laki. Si pelayan misterius itu kemudian menemukan Putri Marie Antoinette dan mengajaknya bertukar pakaian, sang Putri pun menyetujui. Akhirnya sang Putri dan pelayan tersebut bertukar tempat.

Kemudian Putri Marie Antoinette yang berpakaian seperti pelayan, keluar dari tempat penerimaan itu. Oscar melihatnya, dan yakin bahwa gadis itu bukanlah pelayan yang dia lihat sebelumnya. Oscar pun mengikuti gadis pelayan itu. Sementara itu, Putri Antoinette tersesat di dalam gua. Di gua tersebut Putri Marie Antoinette bertemu orang-orang suruhan Duke Orlèans yang ditugaskan untuk menculiknya. Untung Oscar datang tepat pada waktunya. Dia pun menyelamatkan sang putri dan membawa lari sang putri dari tempat itu menuju tempat pertemuan dengan Raja Louis XV dan Putra Mahkota Louis August. Untung Oscar datang pada saat yang tepat, ketika si Marie Antoinette palsu baru saja tiba di tempat itu. Marie Antoinette palsu terkejut dan berusaha kabur, Oscar mengejarnya namun Duke Orlèans malah menusuk Antoinette palsu itu karena tidak ingin rahasianya terbongkar bahwa dialah dalang dari semua ini.

Akhirnya, Marie Antoinette pun dipertemukan dengan calon suaminya Putra Mahkota Louis August, yang canggung dan pemalu. Namun saat itu, Antoinette tidak merasakan kegembiraan akan perjodohan ini. Akhirnya mereka pun kembali ke Versailles. Oscar mengawal kereta kuda yang membawa Putri Marie Antoinette. Countess Noailles, kepala dayang yang mengurus keperluan Putri Marie Antoinette, berkata bahwa dia sangat bersyukur Oscar datang tepat waktu dan menyelamatkan Sang Putri. Putri Marie Antoinette yang terkagum-kagum dengan sosok Oscar yang telah menolongnya, terkejut mengetahui bahwa Oscar sebenarnya adalah seorang wanita. Sang Putri pun semakin kagum dengan sosok Oscar dan ingin mengenal Oscar lebih jauh.

Sementara itu dari kejauhan, seorang pemuda sedang berada di atas tebing memandang iring-iringan rombongan kerajaan. Pemuda itu adalah Hans Axel von Fersen, bangsawan muda dari Swedia. Tak seorang pun yang tahu, akan terjadi pertemuan yang menentukan antara Oscar, Antoinette, dan Fersen. Ketiga orang itu akan menghadapi hidup yang rumit di kemudian hari.

Previous Episode: "Oscar! The Destiny of The Rose" 
Next Episode: "A Spark in Versailles"

Sabtu, 17 Desember 2011

Cinta Terlarang Marie Antoinette dengan Hans Axel von Fersen dalam Sejarah

Diposting oleh Hayyu François de Jarjayes di 10:57 AM 0 komentar

Rupanya Ratu Marie Antoinette tidak hanya berurusan dengan masalah Kasus Kalung Permata yang membuat citranya yang sudah buruk menjadi semakin buruk di mata rakyat Prancis pada saat itu. Istri dari Raja Louis XVI ini juga disebutkan dalam sejarah bahwa beliau terlibat hubungan asmara dengan seorang bangsawan Swedia, Hans Axel Von Fersen. Bahkan katanya nih ya, hubungan cinta terlarang mereka membuahkan ‘hasil’ yaitu Pangeran Louis Charles, sang Putra Mahkota alias Louis XVII. Apakah gosip itu benar adanya?? Ataukah hanya kabar angin yang membuat citra Ratu Antoinette semakin buruk di mata rakyat Prancis?? Kita saksikan saja di Jilat Investigasi (peniti bros style ;p).


Di sini saya mendapat sumber dari Wikipedia dan mohon maaf apabila translate-an saya jelek. Heheheheh… yuk cekidot!!!


Tentang Hans Axel Von Fersen

Letjend Count Hans Axel von Fersen, (4 September 1755 – 20 Juni 1810) adalah seorang bangsawan Swedia, sekaligus Letnan Jendral dalam Pasukan Tentara Istana Swedia. Dia juga terkenal dalam sejarah sebagai kekasih gelap Ratu Marie Antoinette, Ratu Prancis.
Hans Axel von Fersen adalah putra dari negarawan Count Axel von Fersen Senior dan Countess Hedvig Catharina De la Gardie, keponakan dari Eva Ekeblad dan cucu dari Hans Reinhold Fersen.  Dia juga terkenal sebagai pria yang disukai banya wanita, dan memiliki hubungan asmara dengan beberapa orang wanita, khususnya dengan petualang wanita kelahiran Italia, Eleanore Sullivan, dan Duchess Hedwig Elizabeth Charlotte of Holstein-Gottorp, yang menikah dengan Raja Charles XIII dari Swedia. Tidak diketahui apakah memang ada hubungan asmara antara Duchess Hedwig dengan Count Fersen, namun hanya diketahui bahwa sang Duchess meminta untuk melanjutkan ‘hubungan’ mereka ketika Fersen kembali ke Swedia setelah kematian Ratu Marie Antoinette dan bahwa Fersen menolak permintaan tersebut. Raja Charles sebaliknya malah menjalin ‘hubungan gelap’ dengan sepupu Hans Axel von Fersen, yaitu Augusta von Fersen.


Louis Charles a.k.a Louis XVII Anak Marie Antoinette dan Fersen??

Hans Axel von Fersen, seorang bangsawan muda dari Swedia, memang merupakan favorit di kalangan istana Prancis, bukan hanya karena keakraban ayahnya dengan Prancis tetapi juga karena kecerdasan dan ketampanannya.

Ratu Marie Antoinette, yang pertama kali bertemu dengan Fersen ketika mereka berdua sama-sama berusia 18 tahun (30 Januari 1774), tertarik dengan ketampanan Fersen yang memang diturunkan oleh keluarganya. Kemungkinan Fersen tetap tinggal di Versailles, ikut dalam pertempuran di Amerika, tetapi saat itu dia memang diperintah oleh pemimpinnya sendiri. Fersen mengiringi Gustav III dari Swedia dalam kunjungannya ke Italia dan Prancis, dan kembali ke Swedia bersamanya pada tahun 1784.

Pada tahun 1785 Marie Antoinette melahirkan anak ke tiga Louis Charles, yang bergelar Duke of Normandy, dan kelak menjadi Putra Mahkota setelah kematian Putra Mahkota Pertama Louis-Joseph (anak kedua dari Marie Antoinette, anak pertamanya adalah Putri Marie Therese Charlotte). Kemudian Louis XVI menulis dalam jurnalnya bahwa hal itu terjadi ketika ‘putranya’ tersebut sudah lahir. Dituliskan bahwa beberapa orang mengatakan bahwa Louis Charles yang kemudian menjadi Putra Mahkota Prancis, adalah anak biologis dari Marie Antoinette dengan Hans Axel von Fersen. Bagaimanapun mereka tidak mirip. Louis XVII kecil mirip dengan dua anggota keluarga Bourbon, dari pihak ayah yaitu pamannya, Charles X (Count Charles d’Artois, adik bungsu Louis XVI) dan neneknya Putri Maria-Josefa (ibu dari Louis XVI). Pernyataan bahwa Fersen merupakan ayah biologis dari Louis Charles atau Louis XVII ini telah dihapus dari penulis biografi Louis Charles, Deborah Cadbury dan oleh penulis bigrafi Marie Antoinette, Antonia Fraser.

Sedikit sulit untuk menyatakan seberapa jauh hubungan cinta mereka berjalan. Sulit untuk seorang Ratu Prancis untuk tinggal sendirian beberapa waktu saja, Ratu selalu ditemani oleh orang-orang. Kecuali kalau beberapa dokumen asli yang mengungkap hubungan antara Marie Antoinette dan Hans Axel von Fersen, hal ini membuat orang bertanya-tangya hubungan mereka hanya sebatas pertemanan ataukah lebih dari itu.

Warna mata dan rambut Fersen menjadi alasan kontroversi tersebut, seperti gambaran anak dari Marie Antoinette tersebut (seperti Marie Antoinette sendiri yang pirang), sedangkan mata Fersen kemungkinan berwarna hazel, namun pada deskripsi lainnya disebutkan warna mata Fersen itu hijau, biru, bahkan coklat gelap. Warna rambut Fersen diperdebatkan. Dikatakan bahwa warna rambutnya coklat terang atau semacam pirang gelap. Namun dikatakan juga bahwa Fersen pernah mengecat rambutnya menjadi hitam.

Ketika perang antara Raja Gustav III pecah pada tahun 1788, Hans Axel von Fersen bergabung dengan kerajaannya sebagai ajudan untuk Finlandia, tetapi pada musim gugur di tahun yang sama dia dikirim ke Prancis, dimana suasana politik di sana sudah semakin suram. Saat itu memang penting bagi Gustav III untuk memiliki agen seutuhnya dalam kepercayaan keluarga kerajaan Prancis, dan di waktu yang sama cukup mungkin dan mampu untuk menolong mereka dalam keadaan sulit tersebut, khususnya saat beliau kehilangan kepercayaan pada wakil menterinya, Baron Erik Magnus Staël von Holstein. Dengan perintahnya, dia mengatur Fersen, yang berada dalam posisinya pada tahun 1790. Sebelum akhir tahun, Fersen terpaksa mengakui bahwa keadaan kerajaan Prancis tidak ada harapan selama raja dan ratu Prancis menjadi tawanan di Negara mereka sendiri, dalam kekuasaan rakyat.

Hans Axel von Fersen kemudian memimpin pelarian keluaga kerajaan ke Varennes. Dia menanggung sebagian besar keperluan dana untuk pelarian tersebut. Dia memesan 6 kereta kuda, atas nama Baron von Korff dan menyimpannnya di rumah miliknya di Rue Matignon, agar seluruh Paris terbiasa dengan pemandangan tersebut. Dia yang mengendalikan kereta yang membawa keluarga kerajaan dari Place du Carrousel ke Porte Saint-Martin, di mana kereta kuda lain menunggu mereka. 


Jadi apakah benar Louis Charles ini adalah anak dari Marie Antoinette dan Fersen?? Kemungkinan besar semua itu hanya gosip saja yang disebarkan oleh orang-orang yang membenci keluarga kerajaan. Lalu apakah hubungan cinta antara Marie Antoinette dan Fersen itu memang benar-benar terjadi? Apabila dilihat dari ketertarikan di antara mereka pada pertemuan pertama mereka, hubungan itu mungkin ada. Namun apakah ketertarikan itu berlanjut pada hubungan cinta atau hanya sebatas hubungan pertemanan saja, masih belum jelas. Bagaimanapun, sampai saat ini beberapa film dan buku-buku yang mengisahkan tentang Ratu Marie Antoinette memang menggambarkan hubungan cinta terlarang ini. Contohnya saja di sini di cerita manga dan anime Rose of Versailles, begitu pun dalam film Lady Oscar: The Movie. 

Kamis, 15 Desember 2011

Skandal Kalung Permata dalam Sejarah

Diposting oleh Hayyu François de Jarjayes di 11:12 AM 0 komentar
Seperti yang kita tahu, bahwa kisah Rose of Versailles ini berakar dari sejarah Pra Revolusi Prancis. Salah satu kasus yang terkenal pada saat itu adalah Affair of The Diamond Necklace atau Kasus Kalung Permata yang melibatkan wanita nomor satu di Prancis, Ratu Marie Antoinette. Artikel ini bersumber dari Wikipedia dan Marie-Antoinette Online. Artikel ini berbahasa Inggris jadi, mohon maaf apabila hasil translate saya jelek, karena kemampuan bahasa inggris saya yang memang terbatas. Oke kembali Affair of the Diamond Necklace!! Seperti apa kasus kalung permata itu dalam sejarah?? Dan apa hubungan G*yus T*mbun*n dengan kasus ini?? Yang pasti ga ada hubungannya ya… yah langsung aja kita cekidot!!!


Kasus Kalung Permata
Kasus kalung permata merupakan sebuah skandal pada tahun 1780an pada masa pemerintahan Raja Louis XVI, di Prancis yang melibatkan istrinya, Ratu Marie Antoinette. Reputasi sang Ratu yang memang sudah ternoda oleh gosip, menjadi semakin buruk dengan implikasi bahwa beliau terlibat dalam kejahatan pencurian sebuah kalung permata yang bernilai tinggi dari seorang pedagang permata di kerajaan Prancis. Kasus ini secara historis merupakan salah satu kejadian penting yang memicu rakyat prancis semakin marah dan kecewa kepada keluarga kerajaan, yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya Revolusi Prancis pada tahun 1789.

Tentang Sang Ratu 


Marie Antoinette adalah seorang putri Austria yang usianya belum genap 15 tahun ketika dia datang ke Prancis pada tahun 1770, untuk menikah dengan Putra Mahkota Louis XVI. Dia dan suaminya Louis XVI masih remaja ketika naik tahta pada tahun 1774 untuk menggantikan Raja Louis XV. Tidak seperti suaminya yang canggung dan pemalu, Marie Antoinette dikagumi karena kecantikannya, dan keanggunannya serta selera fashionnya yang menjadi trend setter di Eropa pada saat itu. Namun keangkuhannya membuat kesal para bangsawan di Prancis. Marie Antoinette juga digosipkan karena ketidakmampuannya memberikan keturunan, atas ketidakhomatannya akan etiket di istana, dan atas gaya hidupnya yang serba mahal. Gaya hidupnya termasuk judi, pesta topeng, dan rumor tak sedap yang menyatakan Marie Antoinette memiliki hubungan asmara baik dengan pria maupun wanita.
Sebagian besar tingkah laku Marie Antoinette dalam decade pertamanya di Prancis adalah merupakan pelampiasan dari frustasi akan pernikahannya. Namun pada tahun 1778 Ratu Marie Antoinette akhirnya memiliki anak dan pada tahun 1785 Marie Antoinette telah memiliki 3 anak. Beliau sudah dewasa dan gaya hidupnya semakin jauh dari kemewahan. Namun sayangnya perubahan itu tidak diperhatikan dan ketidaksukaan rakyat serta sebagian bangsawan terhadap Marie Antoinette sudah terlanjur dalam.

Latar Belakang
Pada tahun 1772, Raja Louis XV bermaksud menyenangkan hati selirnya, Madame Du Vally, dengan memberinya hadiah sebuah kalung permata senilai 1,600,000 livre (sekarang mungkin senilai $100 juta). Beliau meminta pedagang permata dari Paris, Boehmer membuat sebuah kalung yang paling indah yang pernah dimiliki siapapun. Permintaan ini membutuhkan waktu beberapa tahun dan kesepakatan harga yang sangat mahal untuk mengumpulkan permata-permata yang cocok. Tak terduga, Louis XV wafat karena penyakit cacar, dan Madame Du Vally diusir dari istana.
Kalung ini terdiri dari beberapa permata besar yang disusun dalam desain yang rumit menyerupai renda, gimpal,dan jumbai. Si pedagang permata berharap, Ratu Marie Antoinette dapat membelinya. Dan kemudian pada tahun 1778, Raja Louis XVI pun menawarkan kalung tersebut pada istrinya, namun Marie Antoinette menolak. Menurut kesaksian Madame Campan, Sang Ratu menolaknya dengan berkata bahwa lebih baik uang sebanyak itu digunakan untuk membeli kapal perang. Namun ada juga yang bilang bahwa Marie Antoinette menolak kalung itu karena beliau tidak ingin memakai apapun yang didesain untuk orang lain, apalagi orang itu secara terang-terangan tidak disukai oleh Sang Ratu.
Setelah gagal menjual kalung tersebut di luar Prancis, Boehmer kembali menawarkannya pada Marie Antoinette setelah kelahiran Putra Mahkota Louis Joseph pada tahun 1781.

Kalung Permata

OK, sekarang kita liat seperti apa sih kalung permata yang harganya bikin semua orang yang mendengarnya mangap-mangap?? Cedkidot!!


Kalung tersebut 2800 karat. Bagian pertama berupa rantai utama terdiri dari 17 buah permata, masing-masing 5-8 karat. Dari bagian itu ada 3 buah jalinan renda dan bandul yang menggantung, kemudian seperti kalung pada umumnya terdiri dari dua baris permata yang bernilai 11 karat, yang terakhir adalah 4 buah jumbai bersimpul menggantung di kanan kiri dan bagian tengah kalung.


Kasus

Seorang wanita yang menyebut dirinya Jeanne de Saint-Remy de Valois menyusun rencana menggunakan kalung itu untuk mendapatkan kesejahteraan dan mungkin kekuasaan dan perlindungan kerajaan. Keturunan dari anak ‘di luar nikah’ dari Henry II of France ini menikah dengan seorang pengawal bernama de La Motte.
Sementara itu, seorang biarawan bernama Cardinal Louis Rene Edouard de Rohan, mantan duta besar untuk prancis di Austria, tidak disukai oleh Ratu Marie Antoinette. Ibu dari Antoinette Marie Therese juga tidak menyukainya karena sifatnya yang mata keranjang, sehingga dia diusir dari Austria. Setelah Marie Therese mengusir Cardinal Rohan, Ratu Marie Antoinette pun menjaga jarak dengan pria itu bahkan tidak pernah berbicara pada nya selama bertahun-tahun.

Pada saat itu, Cardinal Rohan ingin menjalin hubungan baik dengan Ratu Marie Antoinette. Jeanne de Valois yang melihat kesempatan ini, menyuruh seseorang bernama Retaux de Villette menulis surat atas nama Marie Antoinette. Dalam surat itu menyatakan bahwa Cardinal Rohan telah diterima di lingkungan Ratu. Jeanne meyakinkan sang Cardinal bahwa dia berusaha untuk membantunya.
Hal ini kemudian berlanjut dengan korespondensi antara Cardinal Rohan dan ‘Marie Antoinette’ melalui Jeanne. Nada surat yang ditulis oleh ‘Marie Antoinette’ tersebut hangat, dan Cardinal yang menduga bahwa Ratu Marie Antoinette jatuh cinta padanya, mulai terpikat pada sang ratu. Dia memohon pada Jeanne untuk menyusun pertemuan rahasia antara dia dan Ratu Antoinette pada malam hari, dan diduga pertemuan itu terjadi sekitar bulan Agustus 1784 di sebuah taman di Istana Versailles. Pada hari yang ditentukan, Cardinal bertemu dengan seorang wanita yang dia yakini adalah Ratu Marie Antoinette. Wanita tersebut sebenarnya adala Nicole Lequay d’Oliva, seorang wanita malam, yang disuruh oleh Jeanne karena kemiripan wajahnya dengan sang ratu. Si Marie Antoinette palsu itu memberi Cardinal Rohan setangkai mawar dan berkata dia akan melupakan perselisihan mereka yang telah lalu.
Jeanne de La Motte mengambil keuntungan dari Cardinal Rohan dengan meminjam sejumlah besar uang, dan berkata padanya bahwa uang ratu yang meminta uang tersebut untuk kepentingan amal. Dengan uang ini Jeanne mampu memberinya jalan menuju kalangan terhormat. Karena Jeanne dengan percaya dirinya blak-blakan mengenai hubungan baiknya dengan ratu, semua orang percaya bahwa omongannya itu benar.
Boehmer si pedagang permata kemudian memohon pada Jeanne untuk membantunya menjual kalung permata kepada ratu. Awalnya Jeanne menolak, tapi kemudian dia berubah pikiran dan bersedia membantu Boehmer.
Menurut Madame Campan, “Ratu Antoinette” mengirimkan beberapa surat kepada Cardinal, termasuk perintah untuk membeli kalung tersebut; surat-surat itu ditandatangani dengan kata-kata Marie Antoinette de France, namun sang Cardinal entah tidak ingat atau memang tidak tahu bahwa Ratu Prancis menandatangani surat-surat hanya dengan nama mereka. Tanpa embel-embel ‘de France’.
Pada tanggal 21 Januari 1785, Jeanne mengatakan pada Cardinal bahwa Marie Antoinette ingin membeli kalung tersebut, namun tidak ingin membelinya secara terbuka, sang Ratu ingin Cardinal menjadi perantara rahasia. Beberapa waktu kemudian, Rohan bernegosiasi untuk membayar kalung tersebut dalam beberapa kali cicilan. Rohan mengatakan telah memiliki kewenangan dari Ratu, dan menunjukkan surat jaminan dengan tulisan tangan Ratu pada Boehmer. Kemudian Rohan mengantarkan kalung tersebut ke rumah Jeanne ketika seorang pria yang diduga Rohan adalah kurir Ratu, datang untuk mengambilnya. Suami Jeanne membawa kalung itu ke London, dimana kalung tersebut dipotong-potong untuk dijual dalam bentuk permata yang terpisah.
Ketika lewat  jatuh tempo pembayaran, Boehmer complain kepada Ratu yang berkata dia tidak membeli bahkan menerima kalung itu. Pada tanggal 15 Agustus 1785, Rohan menunjukkan kepada Raja dan Ratu surat-surat yang pernah ditulis oleh ratu untuknya yang tertanda “Marie Antoinette de France”. Raja Louis XVI marah kepada Rohan karena Rohan membiarkan dirinya sendiri diperdaya. Karena Ratu Marie Antoinette tidak menandatangani surat dengan kata-kata “Marie Antoinette de France”. Rohan kemudian ditangkap dan dibawa ke Bastille. Tiga hari kemudian, Jeanne juga ditangkap. Polisi juga menangkap Nicole Lequay d’Oliva dan Retaux de Villette yang mengaku telah menulis surat kepada Rohan atas nama Ratu dan telah memalsukan tanda tangan Ratu.
Kasus ini kemudian dibawa ke pengadilan, Jeanne menyatakan bahwa Ratu lah dalang dibalik ini semua. Kemudian pada tanggal 31 Mei 1786 hasil persidangan keluar. Cardinal Rohan dan Nicole d’Oliva dinyatakan tidak bersalah. Retaux de Villette diusir dari Prancis. Jeanne de Valois de La Motte di hukum dera, di cap V pada kedua bahunya dan dikirim ke penjara Salpêtrière. Namun Jeanne tetap bersikukuh bahwa Ratu lah dalang dari semua ini. Ratu telah memperalatnya untuk mendapatkan kalung tersebut dan sekarang kalung tersebut ada pada Ratu. Bulan Juni tahun berikutnya Jeanne kabur dari penjara dengan menyamar sebagai anak laki-laki. Siapa yang membantu Jeanne kabur belum diketahui sampai sekarang.

Skandal
Pendapat publik mengenai pesidangan ini sangat menggemparkan. Sebagian besar sejarawan menyimpulkan bahwa Marie Antoinette tidak bersalah dalam hal ini. Rohan merupakan korban penipuan yang tidak bersalah, dan Jeanne memperdayakan keduanya utuk kejatuhan mereka. Hal ini juga yang dipaparkan oleh Parlement de Paris meskipun mereka tidak berkomentar mengenai tingkah laku Ratu.
Walaupun hasil analisanya demikian, rakyat Prancis tetap pada kepercayaan mereka bahwa Ratu telah menggunakan Jeanne sebagai alatnya untuk melampiaskan kebenciannya kepada Rohan. Berbagai macam kejadian mendukung kepercayaan ini. Ratu kecewa Rohan dinyatakan tak bersalah, dan diketahui kemudian bahwa Rohan kemudian diasingkan ke La Chise-Dieu Abbey. Apalagi, rakyat menduga bahwa keputusan tak bersalah yang diberikan Parlement de Paris kepada Rohan mnenunjukkan bahwa Ratu memang bersalah. Semua factor ini, menyebabkan penolakan besar-besaran terhadap Popularitas Ratu dan memperbesar image Ratu sebagai seorang pemboros, lebih mementingkan keangkuhannya daripada kesejahteraan Prancis dan Rakyat Prancis.
Jeanne de Valois de La Motte mengungsi ke London dan sekali lagi menghujat Ratu, dengan menulis buku Mémoires Justificatifs, yang memojokkan Ratu Marie Antoinette.

Dampak Signifikan
Kasus kalung permata sangat penting dalam mengdiskreditkan dinasti Bourbon di mata rakyat prancis di tahun-tahun sebelum Revolusi Prancis. Marie Antoinette menjadi semakin tidak popular, dan gosip-gosip miring tentangnya lebih dari sekedar menjadi tanggung jawab suaminya. Ratu Antoinette tidak pernah mampu untuk menghilangkan gagasan dari imajinasi publik bahwa dia telah melakukan kecurangan yang menjatuhkan dirinya. Namun, kasus ini mendorong Louis XVI menjadi lebih dekat dengan istrinya, dan juga mendorong dirinya untuk lebih defensive dan lebih responsif terhadap istrinya pada saat menjelang dan selama revolusi.



Baca juga Cinta Terlarang Marie Antoinette dengan Hans Axel von Fersen dalam Sejarah

Senin, 12 Desember 2011

Rose Of Versailles Ep.01 “Oscar! The Destiny of the Rose”

Diposting oleh Hayyu François de Jarjayes di 11:36 AM 0 komentar
Film ini dimulai pada suatu malam dengan hujan deras dan petir menyambar-nyambar. Tepatnya saat itu tanggal 25 Desember 1755, di sebuah puri milik keluarga Jarjayes yang tak jauh dari Versailles. Jendral Rainier de Jarjayes sang tuan rumah sedang gelisah menunggu kelahiran anaknya yang ke-6.


Tak lama kemudian, suara tangis bayi pun terdengar di antara gemuruh petir. Sang jendral sangat berharap bahwa yang dilahirkan adalah anak laki-laki karena beliau sangat menginginkan anak laki-laki sebagai penerusnya. Memang saat itu keluarga Jarjayes turun temurun dipercaya oleh kerajaan prancis untuk menjadi kepala pengawal pasukan istana. Namun Sang Jendral kecewa karena yang dilahirkan adalah seorang bayi perempuan yang cantik jelita. Dengan lahirnya sang putri bungsu, Jenderal Jarjayes telah memiliki 6 orang anak perempuan. Tiba-tiba terlintas ide gila di kepalanya. Dia memutuskan untuk membesarkan putri bungsunya sebagai anak laki-laki dan memberinya nama Oscar François.


14 tahun kemudian, Oscar tumbuh menjadi seorang gadis cantik yang kuat dan lincah. Bersama dengan André Grandier, cucu dari inang pengasuh yang telah lama mengabdi di keluarga Jarjayes, Oscar bermain pedang dan berkuda. Sementara itu kerajaan Prancis sedang merencanakan perkawinan antara Putri Marie Antoinette, putri kesembilan dari Ratu Maria Theresia dari Austria, dengan Putra Mahkota Louis August, cucu dari Raja Louis XV dari Prancis. Oleh karena itu, disiapkan pasukan khusus untuk menyambut kedatangan Putri Marie Antoinette. Jendral Jarjayes berharap Oscar mendapatkan posisi komandan pasukan untuk mengawal Putri Marie Antoinette dari Austria.


Namun ternyata selain Oscar, ada seorang lagi yang menjadi ‘calon’ komandan yaitu seorang pemuda tampan bernama Victor Clement de Gerodéré. Raja Louis XV memutuskan untuk mengadakan duel antara Oscar dan Gerodéré dan pemenangnya akan mendapatkan posisi komandan.


Pada hari yang ditentukan, Oscar yang bandel bukannya datang ke tempat dia berduel dengan Gerodéré yang akan disaksikan oleh Raja dan para bangsawan. Oscar malah menghadang Gerodéré di tengah jalan dan menantangnya adu pedang. Oscar berhasil mengalahkan Gerodéré. Ketika Raja Louis XV mengetahui hal itu, beliau sangat marah. Namun Gerodéré yang telah dikalahkan Oscar malah merekomendasikan Oscar lebih cocok menjadi komandan dibanding dengan dirinya. Raja pun setuju dan memerintahkan Oscar menjadi komandan.


Jendral Jarjayes pun kebingungan, perintah Raja tak mungkin ditolak tetapi Oscar yang keras kepala tampaknya enggan mengenakan seragam militer. Jendral Jarjayes pun meminta bantuan André membujuk Oscar agar mau memakai seragam militer. Pembicaraan André dan Jendral Jarjayes didengar oleh Oscar. Pada saat itu, dalam hatinya yang paling dalam Oscar sangat menginginkan hidup sebagai gadis biasa pada umumnya.


Keesokan harinya, André memutuskan untuk tidak memaksa Oscar seperti permintaan Jendral Jarjayes, ayah Oscar. “Ini belum terlambat Oscar!! Kau bisa kembali menjadi jati dirimu sebagai perempuan!!”, kata André. André pun pun berkata pada Jendral bahwa Oscar memiliki hak untuk menentukan pilihannya sendiri dan dia tidak bisa memaksakan kehendak kepada Oscar. Namun tiba-tiba seisi rumah dikejutkan oleh Oscar yang keluar dari kamarnya mengenakan seragam militer lengkap. Ternyata sang mawar telah menentukan tujuan hidupnya.  Mulai saat itu Oscar berpisah dengan jati dirinya sebagai seorang gadis dan memulai hidup sebagai seorang tentara. Oscar selalu didampingi oleh sahabat setianya André Grandier, menjalani kehidupannya yang akan datang.

Jumat, 09 Desember 2011

Manga Vs Anime Rose of Versailles

Diposting oleh Hayyu François de Jarjayes di 11:26 AM 0 komentar
Setelah membaca dan menonton manga dan anime Rose of Versailles, ada beberapa perbedaan yang saya temukan antara manga dan anime nya. Berikut ini perbedaan-perbedaan yang saya temukan, kayaknya sih masih ada yang terlewat. Soalnya banyak banget sih… oke deh cekidot!!! 




  1. Di versi anime, diceritakan Oscar harus berduel dengan Gerodéré untuk mendapatkan posisi komandan pasukan pengawal Prancis. Di manga tidak dijelaskan, Oscar begitu saja diangkat sebagai komandan pasukan pengawal istana ketika menyambut kedatangan Putri Marie Antoinette dari Austria.
  2. Di versi anime ada saat ketika Oscar berperang batin antara keinginan terdalamnya untuk menjalani kehidupannya sebagai wanita sebagaimana mestinya, atau dia harus menuruti keinginan ayahnya untuk menjadi seorang perwira militer.
  3. Di versi manga disebutkan bahwa André Grandier dibawa ke keluarga Jarjayes ketika dia berumur 8 tahun dan Oscar 7 tahun. Namun di versi anime disebutkan bahwa André dan Oscar pernah hampir tenggelam di danau. Saat itu André berusia 6 tahun dan Oscar 5 tahun. Kemungkinan dalam versi anime, André dibawa ke kediaman keluarga Jarjayes pada usia 6 tahun atau bahkan mungkin sebelumnya.
  4. Di versi anime, ketika Putri Marie Antoinette datang dari Austria, ada kejadian tak terduga dimana Antoinette diculik oleh orang-orang suruhan Duke Orleans yang ingin menggagalkan pernikahan Antoinette dengan Putra Mahkota. Namun untungnya Oscar datang menyelamatkan Putri Antoinette. Sedangkan di manga tidak diceritakan kejadian ini, semua mulus-mulus saja.
  5. Sewaktu kunjungan pertama Putri Antoinette dan Putra Mahkota Louis XVI, terjadi insiden yang (lagi-lagi) direncanakan oleh Duke Orleans yang ingin merebut tahta. Orleans menyuruh orang untuk melemparkan peledak ke kereta yang membawa Putra dan Putri Mahkota. Namun lagi-lagi berhasil digagalkan oleh Oscar. Kejadian ini juga tidak diceritakan dalam manga.
  6. Dalam versi anime, Duke Orleans sempat bekerja sama dengan Madame Du Vally untuk menghancurkan Putra dan Putri mahkota. Dalam manga tidak diceritakan.
  7. Dalam versi anime diceritakan Madame Du Vally membuat gossip tentang Marie Antoinette dan Fersen dengan menyuruh orang untuk membuat surat cinta atas nama Marie Antoinette yang ditujukan pada Fersen. Dalam versi manga, tidak ada kejadian ini.
  8. Dalam versi manga, Raja Louis XVI menyebut warna gaun sutra coklat yang dibawa Rose Berten, desainer dari Paris, seperti “warna kutu”. Sedangkan dalam versi anime André lah yang menyebutnya seperti “warna kutu” karena dia kebingungan karena tiba-tiba dimintai pendapat tentang gaun itu oleh Ratu Marie Antoinette. Ckckckck… u,u
  9. Duel antara Oscar dengan Duke de Guemene tidak terjadi dalam versi manga karena dicegah oleh Ratu Antoinette. Sedangkan dalam versi anime, Oscar berduel dengan Duke de Guemene dan Oscar berhasil menembak tangan Duke de Guemene.
  10. Sewaktu Oscar dan André berada di kota Arras, mereka menolong seorang anak yang sakit. Ini hanya diceritakan di versi anime, sedangkan di manga tidak diceritakan.
  11. Dalam anime, diceritakan Rosalie diam-diam membuntuti kereta yang membawa Countess Polignac kemudian menariknya ke tempat yang sepi. Rosalie berusaha membunuh Countess Polignac tapi tidak jadi, dan saat itulah Countess Polignac mengetahui bahwa Rosalie adalah anaknya yang hilang. Sedangkan dalam manga tidak diceritakan hal ini. Countess Polignac menegtahui bahwa Rosalie adalah anaknya dari Charlotte yang keceplosan menyebut Rosalie La Morliere.
  12. Gaun yang dipakai Oscar ke pesta dansa berbeda antara versi anime dan manga. Dalam versi manga, Oscar memakai Gaun Odalisque (ala istana Turki dengan leher tertutup), sedangkan dalam versi animenya Oscar memakai gaun ala Prancis.
  13. Dalam versi anime, Fersen datang sendiri ke pesta dansa sedangkan dalam versi manga, Fersen datang bersama Sofie, adiknya yang baru datang dari Swedia.
  14. Dalam versi anime, Fersen mengenali Oscar yang mengenakan gaun dari gerak reflek Oscar ketika Fersen menarik tangan Oscar. Sedangkan dalam versi manga, Fersen mengenali Oscar dari wajahnya.
  15. Dalam versi manga ketika Oscar melarikan diri dari ruangan pesta dan meninggalkan Fersen sendiri di tengah dansa mereka, Oscar bertemu dengan Ksatria Hitam. Sedangkan di versi anime, Oscar tidak bertemu dengan Ksatria Hitam.
  16. Dalam versi manga, pada saat kepala Oscar terluka ketika dia membuntuti Ksatria Hitam sampai ke Palais Royale (Istana Duke Orleans), tangan Oscar tiba-tiba ditarik oleh seseorang masuk ke dalam sebuah rumah yang ternyata orang itu adalah Rosalie. Sedangkan dalam anime, Oscar pingsan di depan sebuah rumah dan ditemukan oleh Rosalie yang saat itu memang tinggal di rumah itu.
  17. Dalam versi manga, setelah Rosalie menolong Oscar dan mengobati luka di kepalanya, Rosalie pulang kembali ke puri Jarjayes bersama Oscar. Dalam versi anime, Rosalie menola ajakan Oscar untuk pulang ke puri Jarjayes karena Rosalie lebih menyukai kehidupannya di Paris sebagai rakyat biasa.
  18. Dalam versi manga, Oscar menyuruh André menyamar menjadi Ksatria Hitam gadungan untuk menjebak Ksatria Hitam yang asli. Sedangkan di versi anime, André sendiri lah yang ingin menggantikan Oscar menyamar sebagai Ksatria Hitam.
  19. Dalam versi manga, Ksatria Hitam menyekap Oscar dan Rosalie. Sedangkan dalam anime, Ksatria Hitam hanya menyekap Oscar.
  20. Dalam versi anime, Oscar menembak lengan Ksatria Hitam ketika dia berusaha kabur dari Oscar. Sedangkan dalam versi manga, Rosalie lah yang menembak Ksatria Hitam yang sedang menyudutkan Oscar. Ksatria Hitam kemudian dibawa ke tempat tinggal Oscar di Puri Jarjayes untuk diintrogasi.
  21. Di anime, Oscar menyuruh Bernard Chatelet a.k.a Ksatria Hitam untuk bersembunyi sementara di rumah Rosalie di Paris. Jadi kemungkinan Bernard bertemu Rosalie disana kemudian mereka menikah. Dalam manga, Bernard bertemu Rosalie di rumah keluarga Jarjayes dan Rosalie membantu mengobati luka tembak di lengan Bernard. Kemudian setelah sembuh, Bernard pun membawa Rosalie tinggal bersamanya sebagai istrinya.
  22. Dalam versi anime, penyamaran Oscar sebagai ‘mysterious countess’ di pesta dansa dibongkar oleh Fersen ketika mereka berada di rumah Oscar. Sedangkan dalam versi manga, Fersen membongkar penyamaran Oscar ketika mereka berada di halaman rumah Fersen.
  23. Dalam versi anime, ketika penyamaran Oscar sebagai ‘mysterious countess’ di pesta dansa terbongkar, Oscar memutuskan untuk tidak bertemu lagi dengan Fersen dan memutuskan hubungannya dengan Fersen. Sedangkan dalam versi anime, Fersen lah yang memutuskan untuk tidak menemui Oscar lagi karena tidak ingin Oscar terlalu berharap pada dirinya.
  24. Dalam versi anime, Oscar memutuskan untuk keluar dari Pasukan Pengawal Istana karena dia tidak ingin lagi bertemu dengan Fersen maupun Antoinette yang merupakan satu-satunya wanita yang dicintai Fersen dan ingin melupakan Fersen dengan cara menjalani hidup yang ‘lebih menantang’ untuk menghilangkan perasaannya sebagai wanita. Sedangkan dalam versi manga, Oscar keluar dari Pasukan Pengawal Istana karena pernah dikatai ‘boneka hiasan istana’ oleh Bernard Chatelet. Selain itu dia juga ingin mengetahui kehidupan rakyat lebih dekat.
  25. Dalam versi manga, André menjadi anggota Pasukan Pengawal Prancis atas perintah dari ayah Oscar, Jendral Jarjayes, untuk menjaga Oscar. Sedangkan dalam anime nya, André masuk sebagai anggota Pasukan Pengawal Prancis, atas keinginannya sendiri. Tanpa sepengetahuan Oscar, André dibantu oleh seorang laki-laki yang ia kenal di sebuah bar yaitu Alain de Soison, yang kebetulan merupakan anggota Pasukan Pengawal Prancis.
  26. Karakter alain de Soison dalam versi anime dan manga sedikit berbeda. Dalam versi manga, Alain digambarkan sebagai laki-laki yang kasar, keras kepala, susah diatur, sering kali menjahili Oscar dan memprovokasi teman-temannya untuk membenci Oscar agar Oscar keluar dari pasukan Pengawal Prancis (walaupun belakangan diketahui bahwa ternyata diam-diam Alain menyukai Oscar). Alain juga sering mengejek André Grandier akan cintanya kepada Oscar yang tidak mungkin kesampaian serta membencinya seperti Alain membenci Oscar, karena André menjadi ‘anjing penjaga bangsawan’. Bahkan Alain sempat berkelahi dengan André. Namun di versi anime, Alain cenderung lebih tenang dan tidak begitu memperlihatkan kebenciannya kepada bangsawan. Selain itu dia juga berteman baik dengan André bahkan Alain lah yang membantu André bergabung di Pasukan Pengawal Prancis.
  27. Dianne de Soison, adik Alain, dalam versi manga digambarkan memiliki rambut hitam. Sedangkan di versi anime, rambut Dianne berwarna coklat.
  28. Pada hari pertama Oscar bertgas di Pasukan Pengawal Prancis, para prajurit membangkang, tidak mau diperintah oleh komandan wanita. Oscar kemudian menantang mereka berduel. Kalau Oscar menang, mereka harus mematuhi perintahnya. Sedangkan kalau Oscar kalah, Oscar bersedia mengundurkan diri dari Pasukan Pengawal Prancis.dalam versi manga, Alain lah yang berduel dengan Oscar, sedangkan dalam versi anime, Alain menyuruh temannya yang lain berduel dengan Oscar.
  29. Dalam versi anime, diceritakan Lassal Dressel, salah satu anak buah Oscar di Pasukan Pengawal Prancis ketahuan menggadaikan senapan milik Pasukan Pengawal Prancis dan dihukum mati. Alain menyalahkan Oscar dalam hal ini dan mengajaknya berduel. Dalam anime kejadian ini tidak diceritakan.
  30. Karakter Saint-Just dalam versi anime berbeda dengan versi manga. Dalam versi anime, Saint-Just digambarkan sebagi pemuda revolusioner yang berdarah dingin dan suka membunuhi para bangsawan. Saint-Just bahkan sempat memburu Oscar namun tidak pernah berhasil. Dia juga selalu dicurigai oleh Maximilien de Robespierre dan Bernard Chatelet. Sedangkan dalam versi manga, Saint-Just bukan pembunuh berdarah dingin (atau paling tidak, belum menjai pembunuh berdarah dingin) dan akrab dengan Bernard bahkan dia tinggal bersama Bernard dan Rosalie.
  31. Dalam versi anime, jendral Jarjayes sempat menjadi korban salah sasaran dari peluru yang ditembakkan oleh Saint-Just yang sebenarnya dimaksudkan untuk Jendran Bouille yang duduk disebelahnya.
  32. Dalam versi anime, pesta dansa yang diselenggarakan untuk memilih pendamping hidup Oscar, diselenggarakan oleh Jendral Bouille, sahabat baik Jendral Jarjayes, ayah Oscar. Sedangkan versi anime, pesta itu diselenggarakan di kediaman Keluarga Jarjayes dan Oscar mengacaukan pesta itu dan lari keluar sambil tertawa terbahak-bahak membuat semua laki-laki yang ingin meminangnya, mengurungkan niatnya, kecuali Gerodéré yang pantang menyerah untuk mendapatkan Oscar.
  33. Dalam versi anime, Gerodéré memutuskan untuk menyerah terhadap Oscar arena Oscar menunjukkan sikap dia tidak mau menikah dengan siapapun. Sedangkan dalam versi manga, Oscar lah yang meminta Gerodéré mundur karena dia tidak ingin melihat André tersakiti karena pernikahannya. Gerodéré pun menyanggupi, dia mundur sebagai bukti cintanya yang tulus kepada Oscar.
  34. Dalam versi anime, Oscar sudah mengetahui bahwa kedua mata André buta dari Dr. Lasonne yang memberitahunya mengenai hal ini, sedangkan dalam versi manga, Oscar baru mengetahuinya ketika André sekarat katena tertembak di dada nya.
  35. Dalam versi anime, Oscar menyatakan cintanya kepada André di pinggir danau ketika mereka akan menuju ke barak Pasukan Pengawal Prancis. Di versi manga, Oscar menyatakan cintanya kepada André ketika mereka berada di kamar Oscar setelah André menyelamatkan Oscar dari kemarahan Jendral Jarjayes.
  36. Dalam versi anime, André tertembak di bawah jembatan. Sedangkan dalam versi manga, André tertembak ketika terjadi kerusuhan di lapangan Tuilleries.
  37. Dalam versi anime, Oscar meninggal 1 jam sebelum Bastille ditaklukkan. Sedangkan di versi manga, Oscar meninggal tepat setelah Bastille berhasil ditaklukkan.(jujur saya masih ga rela Oscar meninggal T.T)
  38. Dalam versi manga, rambut Marie Antoinette dipotong pendek sebelum dieksekusi dengan guillotine. Sedangkan dalam versi anime nya, rambut Antoinette dibiarkan panjang.
  39. Dalam versi manga, sebelum meninggalkan penjara untuk eksekusi mati di guillotine, Marie Antoinette memberikan pita rambutnya kepada Rosalie sebagai kenang-kenangan. Sedangkan dalam versi anime nya, Marie Antoinette memberikan setangkai mawar yang dibuatnya dari kertas kosmetik kepada Rosalie, dan meminta Rosalie mewarnai mawar tersebut sesuai dengan gambaran Oscar. Namun Rosalie membiarkannya tetap putih karena Oscar digambarkan seperti mawar putih.
Nah itulah perbedaan-perbedaan yang berhasil saya himpun, mungkin masih ada yang kurang. Yah,,, gampang deh saya edit lagi nanti :D.

Rose of Versailles Oscar François atau Marie Antoinette??

Diposting oleh Hayyu François de Jarjayes di 11:13 AM 0 komentar
Oscar dan Antoinette
Awalnya saya sendiri bingung, siapa sih yang disebut “Rose of Versailles” di sini? Oscar atau Antoinette? Nah, setelah ditelusuri, diteliti, dihayati, dipahami, dan dianalisa kembali manga dan anime nya (cieeeilaahh….), akhirnya saya menemukan jawabannya :D


Episode pertama anime Rose of Versailles ini diberi sub judul, “Oscar! The destiny of the rose”. Nah dari judul ini, saya menduga Oscar lah yang dimaksud Rose of Versailles. Begitu pula ketika André berkata pada Oscar “Mawar tetaplah mawar, tidak bisa menjadi lilac. Oscar, mustahil untuk mu menjadi orang lain!!!”. Namun selain itu dalam manga Rose of Versailles (kalo ga salah di jilid 2) juga disebutkan bahwa Antoinette juga disebut sebagai mawar. Jadi siapa sebenarnya Rose of Versailles ini?? Ini dia jawabannya…. :D


Dari keseluruhan manga dan anime yang sudah (berkali-kali) saya baca dan saya tonton. Maka saya menyimpulkan bahwa Oscar digambarkan sebagai mawar putih, mungkin karena kecantikannya yang tersembunyi dalam seragam militer, kemuliaan hatinya, dan ketegarannya menghadapi kehidupannya yang keras sebagai tentara wanita. Opening soundtrack dalam animenya berjudul Bara Wa Utsukushiku Chiru (Mawar yang Gugur dengan Indahnya) juga menggambarkan tentang Oscar. Begitu pula pada episode terakhir anime Rose of Versailles, Rosalie menggambarkan Oscar sebagai mawar putih. Sedangkan Antoinette yang selalu berpenampilan cantik dan memikat, serta pembawaannya yang “loveable”, digambarkan sebagai mawar merah. Siapapun yang melihat Marie Antoinette pasti akan terkagum-kagum dengan kecantikannya. 


Itulah kesimpulan yang saya dapatkan. Rose of Versailles ini menggambarkan Oscar François yang digambarkan seperti mawar putih dan Marie Antoinette yang digambarkan seperti mawar merah. Dan kalau saya… bunga deposito aja deh… wkwkwkwkwkwkwkwk ($_$) (¥_¥) (£_£) (€_€) :D
 

Versailles No Bara Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Illustration by Enakei | Blogger Blog Templates